Selasa, 28 April 2015

Affirmative & Negative Agreement

HASTYN HAULA ULFAH
3EB10 (23212361)



Affirmative Agreement

·       So : So + Auxiliary Verb + Subject + Verb
·       Too : Subject + Auxiliary Verb + Too

Example :
·       A : I always have a cup of milk in the morning
B : So do I / I do to
·       A : I am feeling happy
B : So am I / I am too

Negative Agreement

·       Neither : Neither + Auxiliary Verb Positif + Subject
·       Either : Subject + Negative Verb + Either

Example :
·       A : I don’t have a money
B : Neither do I / I don’t either
·       A : I didn’t enjoy the movie last night
B :  Neither did I / I didn't either


Group 3 :

5. Questions :  Jane would like a cup of coffe, and (I) _ _ _/ _ _ _
    Answers : Jane would like a cup of coffe, and I would too / so would I

6. Questions : Maria is wearing jeans today and (Sherly) _ _ _/_ _ _
    Answers   : Maria is wearing jeans today, and Sherly is too / so is Sherly.



The member of group :
1.    Esty Putri Ratnasari
2.    Hastyn Haula Ulfah
3.    Risda Aditya
4.    Selviana S


Rabu, 25 Maret 2015

Toefl



Tense (noun): a verb-based method used to indicate the time, and sometimes the continuation or completeness of an action or state in relation to the time speaking. In English there are three basic tenses: present, past and future. Tense consist of complete sentence. Complete sentence consist of subject (S), predicate (P), object (O) and complement (C).

example:

1.       She     is watching     TV     now
            S             P              O       C
   

2.       She     is    smart 
             S        P        C


# Find the wrong word of the sentence bellow!

1.       Arizona   have   a very dry climate.
                  S           P                    C

Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is YES. Let’s take a look, ‘Arizona’ is singular, so you must use ‘HAS’ not ‘HAVE’.


2.      The first steamship to across the Atlantic   were   the Savana   in 1819.
                               S                                                        P               O                 C

Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is YES. Let’s take a look, the subject of the sentence is ‘Steamship’ and ‘Steamship’ is singular, so you must use ‘WAS’ not ‘WERE’. And because the sentence is past tense.


3.       My friend, Haris,   is attending   the meeting.
                        S                           P                       C

Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is NO. The sentence above is a correct sentence.

4.       Advertising   provide   most of the income for magazine, newspaper, radio, and television in Indonesia today.
                    S                  P                                                                           C


Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is YES. Let’s take a look. If there’s (Subject + ing) just remember that is will always a singular. In the sentence above, ‘advertising’ is a singular, so the ‘Provide’ should be ‘PROVIDES’.



Subject
Subject is the person or a thing who or which carries out the action of the verb.
Example :
1.    Oxygen is essential for life on earth. 

2.    John F. Kennedy was elected as US President in 1960. 

3.    Honesty is the best policy. 

4.    Horses are majestic animals. 

5.    When students travel to US, they usually go by air. 

Predicat
The predicate in a sentence is what tells about what a person or a thing does or did or what happened to a person or to a thing?
The predicate must (1) agree in number with subject, (2) have the correct tense and (3) be in the proper voice {active or passive}.
Example :
• Monkeys are destroying the garden. 

In the above sentence, the word “monkeys” is subject. Whereas the phrase “are destroying” is the predicate. And the word “the garden” is the object.
• Mr. Clinton is teaching Algebra to the students 

In the above sentence, the word “Mr. Clinton” is the subject. The phrase “is teaching” is the predicate. The words “Algebra & The students” are objects.
Object :
The object is the person or a thing upon whom or upon which the action of the verb iscarried out.
• Monkeys are destroying the garden. 

In this sentence the action is “destroying”. That action is carried by the monkeys. But the action (destroying) is carried upon the garden. So “Monkeys” is the SUBJECT and “GARDEN” is the object of the verb.


Sumber:
http://www.english-for-students.com/Subject-Object-Predicate.html

Nama    : Hastyn Haula Ulfah
Kelas    : 3EB10


Kamis, 19 Februari 2015

Teori-teori Pemungutan Pajak


Atas dasar apakah negara mempunyai hak untuk memungut pajak..? terdapat beberapa teori yang menjelaskan atau memberikan justifikasi hak kepada negara untuk memungut pajak. Teori-teori tersebut antara lain adalah :

1    . Teori Asuransi
Negara melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan hak-hak rakyatnya. Oleh karena itu rakyat harus membayar pajak yang diibaratkan sebagai suatu premi asuransi karena memperoleh jaminan perlindungan tersebut.

2    . Teori Kepentingan
Pembagian beban pajak kepada rakyat didasarkan pada kepentingan (misalnya perlindungan) masing-masing orang, semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara, makin tinggi pajak yang harus dibayar.

3    . Teori Daya Pikul
Beban pajak untuk semua orang harus sama beratnya, artinya pajak harus dibayar sesuai dengan daya pikul masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2 pendekatan yaitu:

· Unsur objektif, dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang. 
· Unsur subjektif, dengan memperhatikan besarnya kebutuhan materiil yang harus dipenuhi. 
4. 
               Teori Bakti
Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan rakyat dapat negaranya. Sebagai warga negara yang berbakti, rakyat harus selalu menyadari bahwa pembayaran pajak adalah sebagai suatu kewajiban.

5     . Teori Asas Daya Beli
Dasar keadilan terletak pada akibat pemungutan pajak. Maksudnya memungut pajak berarti menarik daya beli dari rumah tangga masyarakat untuk rumah tangga negara. Selanjutnya negara akam menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk pemeliharaan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian kepentingan seluruh masyarakat lebih diutamakan.

 http://aryanimanist89.blogspot.com/2009/06/teori-teori-pemungutan-pajak.html

Rupiah Loyo Sambut Akhir Pekan

Liputan6.com, Jakarta - Rupiah tercatat melemah setelah Bank Indonesia memutuskan memangkas suku bunga acuannya (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,5 persen. Tak mampu bertahan dari terpaan faktor eksternal, nilai tukar rupiah tercatat semakin lesu di akhir pekan.
Data valuta asing Bloomberg, Jumat (20/2/2015) menunjukkan nilai tukar rupiah terus berfluktuasi melemah di kisaran 12.835-12.891 per dolar AS. Rupiah tercatat melemah 0,26 persen ke level 12.865 per dolar AS.
Angka tersebut melanjutkan pelemahan dari penutupan pada perdagangan sebelumnya di kisaran 12.832 per dolar AS. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah melemah ke level 12.849 per dolar AS.
Ekonom PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova menjelaskan, nilai tukar rupiah melemah saat ini masih disebabkan faktor eksternal yaitu memanasnya negosiasi Yunani terkait utangnya. Dibandingkan faktor domestik, dia mengatakan, sejumlah sentimen global masih akan terus mempengaruhi pergerakan rupiah saat ini.
Selain itu, adanya isyarat penolakan terhadap proposal perpanjangan pinjaman Yunani. Kondisi ini memicu penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global.
"Dari faktor eksternal, kecenderungan dolar masih terus menguat terhadap euro karena zona Eropa masih menanti perkembangan negosiasi Yunani. Tapi sifatnya temporary saja," ujar Rully.


http://bisnis.liputan6.com/read/2178519/rupiah-loyo-sambut-akhir-pekan

6 Hal yang Wajib Dipelajari Wanita Karir


Liputan6.com, Los Angeles - Setiap wanita melalui jalan yang tidak mulus dalam membangun karirnya. Ditambah lagi kaum hawa yang sudah menikah tentunya dituntut untuk menomorsatukan keluarga.
Dunia terkadang memang tidak adil. Saat kaum pria boleh saja memilih tidak berkeluarga demi karir, wanita yang memutuskan mengikuti jalan yang sama akan mendapat reaksi negatif dari orang-orang sekitarnya dan masyarakat.
Ada banyak pengorbanan yang harus diberikan. Dilansir dari magforwomen.com, Jumat (20/2/2015), inilah yang harus dilalui oleh seorang wanita selama membangun karir mereka:

1. Kritik merupakan bagian dari hidup
Anda akan selalu dikritik dalam cara bekerja atau kemampuan menyelesaikan masalah. Jangan berharap Anda akan selalu menyenangkan orang. Jika Anda terlanjur banyak berharap, siap-siap merasa lelah karena Anda bisa mengatur bagaimana orang berkata atau bersikap terhadap Anda.

2. Perubahan karir
Dalam alasan personal seperti pernikahan atau kehamilan, Anda kadang-kadang harus berhenti kerja sejenak. Saat berhenti ini, Anda akan mengalami berbagai perubahan dalam segi emosional.

 3. Galau
Ada masa di mana seorang wanita merasa kebingungan yang mendalam terhadap karir dan pekerjaannya. Inilah yang menghambat proses pemikiran Anda. Biasanya, Anda dilema dalam memutuskan yang mana yang akan jadi prioritas hidup Anda, karir atau keluarga?

4. Kembali bekerja
Saat kembali bekerja, memulai menjadi tahap yang amat sulit. Anda akan merasa tidak tahu harus memulai lagi dari mana, dan bingung akan apa yang terakhir Anda tinggalkan. Anda susah berpikir jernih. Tapi jangan khawatir. Seiring waktu, segalanya akan jadi jelas untuk Anda.

5. Proses Penemuan
Saat seorang wanita menemukan pekerjaan baru dan cara baru untuk mempelajari hidup, ia hampir menuju proses final. Proses penemuan jati diri di mana ia puas dengan peranan . Ia punya keluarga yang baik dan pekerjaan yang hebat. Ia pun punya kepuasan dalam karir dan kehidupannya.

6. Gambaran Jelas
Ketika segalanya teratasi, seorang wanita ada dalam tahap kebahagiaan hidup. Ia puas dengan pertumbuhan karirnya. Ia punya investasi untuk masa depan dan memiliki keseimbangan yang jelas dalam hidupnya.

 http://bisnis.liputan6.com/read/2178236/6-hal-yang-wajib-dipelajari-wanita-karir?p=1

Agen: Permintaan Elpiji 3 Kg Melonjak


Liputan6.com, Jakarta Pasokan elpiji 3 kilogram (kg) sempat dikabarkan mengalami kelangkaan beberapa hari belakangan ini. Kelangkaan ini ternyata rata-rata terjadi pada tingkat pengecer.

Namun, Mukti pemilik agen elpiji 3 kg PT Hikmah Putra Utama, Jalan Bangka Jakarta Selatan membantah hal tersebut. Menurut dia, tidak ada kelangkaan elpiji yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kalau di tempat saya biasa saja, tidak langka dan tidak ada gangguan," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Meski demikian, dia tidak menampik jika terjadi kekurangan pada tingkat pengecer, namun hal tersebut bukan berarti elpiji warna hijau ini langka.

"Kan ke pengecer sudah dijatah, tetapi mereka (pengecer) minta tambah karena permintaannya juga meningkat, jadi mungkin itu alasannya kadang disebut langka. Padahal tidak terjadi kelangkaan sama sekali," lanjutnya.

Mukti mengatakan, memang sering pengecer meminta tambahan pasokan elpiji 3 kg per harinya, namun dirinya tidak bisa memberikan karena pasokan yang dia terima dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) tidak bisa ditambah.
"Misalnya jatah pengecer itu hanya 100 tabung per hari, kemudian dia minta 200 tabung, ya saya tidak bisa sanggupi, karena harus disesuaikan kontraknya," katanya.

Selain itu, Mukti menjelaskan, terjadi jika memang terjadi kesulitan pasokan di wilayah tertentu bisa disebabkan karena adanya perubahan sistem pemasokan menjadi sistem rayon. Dengan sistem ini, agen resmi pada setiap wilayah hanya boleh memasok ke pengecer diwilayah tersebut saja dan tidak boleh ke pengecer di wilayah lain.

"Misalnya kalau dulu dari wilayah Jakarta Selatan boleh memasok ke pengecer di Jakarta Timur, sekarang sudah tidak boleh lagi. Mungkin pengecer ada yang belum tahu sistem itu, jadi pasokan berkurang," jelasnya.

Hingga saat ini diakui Mukti agen miliknya mendapat pasokan sekitar 3 truk-4 truk per hari dari SPBE Ciputat, di mana masing-masing truk memiliki kapasitas 560 tabung elpiji 3 kg.

"Yang jelas didaerah sini pasokannya masih lancar-lancar saja, harga pun masih stabil, saya jual ke pengecer masih Rp 13 ribu per tabung," tandasnya.

 http://bisnis.liputan6.com/read/2032020/agen-permintaan-elpiji-3-kg-melonjak

Bos BNI Tegaskan 'Menolak' Merger dengan Mandiri


Bos BNI Tegaskan 'Menolak' Merger dengan Mandiri
Dirut BNI, Gatot Suwondo saat membicarakan mengenai dampak dari merger dengan Bank Mandiri. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)
VIVA.co.id - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (berkode saham BBNI), Gatot M Suwondo mengatakan bahwa ide penggabungan BNI dan PT Bank Mandiri Tbk (berkode saham BMRI) akan sulit terealisasi. Alasannya, kedua bank ini sama-sama memiliki kapitalisasi besar.

Demikian halnya dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015, dia menyatakan, pemerintah tak perlu menggabungkan BNI dan Bank Mandiri. Menurutnya, tujuan akhir dari MEA bukan terbatas persaingan bisnis antarnegara, melainkan untuk mencapai kesejahteraan bersama di ASEAN.

"Jadi kita tak perlu panik," ujarnya dalam keterangan yang diterima VIVA.co.id, Kamis 19 Februari 2015.

Namun, lanjutnya, apabila pemerintah bersikukuh menuntaskan ambisinya untuk menggabungkan BNI dan Bank Mandiri maka tingkat permodalan bank hasil penggabungan juga masih jauh lebih rendah dari bank terbesar di Singapura dan Malaysia. 

"Kalau diibaratkan pertandingan tinju, bank di sana kelas berat. Akan tetapi, bank merger di sini masih kelas bulu. Jadi meski digabung tetap sulit untuk bersaing," ucapnya.

Gatot pun menegaskan, harusnya pemerintah dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak perlu bersikeras untuk menggabungkan bank-bank tersebut. "Belakangan ini sudah tenang-tenang, menteri keuangan malah ngomong lagi soal isu merger. Proses merger itu nggak gampang," katanya.

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/592157-bos-bni-tegaskan--menolak--merger-dengan-mandiri