Kelompok 9
Nama Kelompok :
1. Hastyn Haula Ulfah (23212361)
2. Nurul Irmawati (25212540)
3. Tifani Ikeriyanti (27212380)
Kelas : 4EB10
Questions :
1. What are the ethical issues raised by this case ?
Answer : Anderson, who has been in jail for a second by the government of india on suspicion of “negligence and responsibility of the criminal corporation”, has devote all your attention to the problem company announcements included full details negotations with officials at the government of india : they have been rejected as not adequate of about $200 million as compensation for the death of someone you $2,000 and injured over 200,000 people another, caused in december 1984 by a poisonous gas leak menthyl isocyanate from a plant pesticide union carbine located in Bhopal, India. The analyst estimates the company will forced into bankruptcy. Ironically, the states garbide the factory in bhopal has been losing money for a few years and Anderson considered hanging up.
2. Did the legal doctrine of “limited liability” apply to protect the shareholders of Union Carbide Corporation (U.S.) ?
Answer : In effect. But before this tragedy, the company India has done worse. In an effort to contain the loss annual for $4 million of crops manager unfortunate local company has intiated cost some programs the cuts.
3. Were the Indian operations, which were being overseen by the managers of Union Carbide Corporation (U.S.), in compliance with legal or moral or ethical standards?
Answer : No, the amount of operator equipment on every shift has diminished 12-5, moral and a lot of dropped the operators best to stop and replaced with workers education under the required by manual of the company. The manager of the united STATES has considered failed to shut down the plant years earlier, but the city offials India and the country has asked for that the company remains open to keep the work of thousands of workers in factories and industry local independent.
Selasa, 27 Oktober 2015
Rabu, 07 Oktober 2015
Akuntansi Sektor Publik
Lembaga
pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya memerlukan jasa akuntansi, baik
analisis maupun untuk meningkatkan mutu pengawasan, pendidikan, dan pengelolaan
keuangan untuk menghasilkan informasi yang akan digunakan. Akuntansi demikian
dikenal dengan akuntansi pemerintahan. Untuk dapat memahami pengertian yang
lebih jelas mengenai Akuntansi Pemerintahan, di sini penulis mengemukakan
beberapa definisi dari para ahli.
Adapun
mengenai pengertian Akuntansi Pemerintahan menurut Revrisond Baswir (1998,7)
adalah sebagai berikut: “Akuntansi
Pemerintahan (termasuk di dalamnya akuntansi untuk lembaga-lembaga yang tidak
bertujuan mencari laba lainnya), adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan
lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga yang tidak bertujuan mencari laba”.
Tujuan
Akuntansi Sektor Publik
Tujuan akuntansi pada sektor publik oleh American Accounting
Association (1970) dalam Glynn (1933) dalam buku Akuntansi Sektor Publik yang
dialihbahasakan oleh Mardiasmo (2002: 14) menyatakan:
1. Pengendalian Manajemen (Manajemen
Control)
Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara
tepat, efisien, dan ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang
dipercayakan kepada organisasi
2. Akuntanbilitas (Accountability)
Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manager untuk
melaporkan pelaksanaan tanggungjawab mengelola secara tepat dan efektif.
Program dan penggunaan sumber daya yang menjadi wewenangnya, dan memungkinkan
bagi pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada public atas hasil oeprasi
pemerintah dan penggunaan dana publik.”
Akuntansi sektor publik terkait
dengan tiga hal pokok, yaitu penyediaan informasi, pengendalian manajemen dan
akuntabilitas. Akuntanbilitas sektor publik merupakan alat informasi baik bagi
pemerintah sebagai manajemen maupun alat informasi bagi public. Bagi
pemerintah, informasi akuntansi digunakan dalam proses pengendalian manajemen
mulai dari perencanaan strategic, pembuatan program, penganggaran, evaluasi
kinerja, dan pelaporan kinerja.
http://ajul-akuntansipublik.blogspot.co.id/2011/07/definisi-akuntansi-publik.html
Selasa, 06 Oktober 2015
Etika Yang Ada Di Indonesia/ Adat Istiadat
Etika menurut Dr. James J. Spillane SJ, Etics atau
etika memperhatikan atau mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam
pengambilan keputusan moral. Etika mengarah atau menghubungkan penggunaan akal
budi individual dengan objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan
dan tingkah laku seseorang terhadap orang lain.
Etika yang masih dilakukan oleh masyarakat Betawi
Masyarakat Betawi kebanyakan adalah pemeluk agama Islam yang taat. Oleh karena itu, tidak heranlah bila tata cara kehidupan mereka sehari – hari bernafaskan Islam. Seberapa besar peran Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari bisa tampak dari beberapa hal sebagai berikut:
Pinangan tidak dilakukan secara langsung oleh orang tua sang jejaka melainkan diserahkan pada utusan pihak keluarga pria yang biasanya juga dikenal baik oleh pihak keluarga gadis yang hendak dipinang. Selain itu, keluarga pria juga meminta seorang wanita yang dipercaya atau mak comblang untuk menyelidiki kesunguhan keluarga wanita berbesan dengan mereka. Setelah lamaran diterima pihak wanita maka resmilah perjodohan mereka. Kemudian dibuatlah kesepakatan kedua belah pihak dalam menentukan kapan waktu pernikahan yang tepat.
2. Tradisi Pernikahan
Dalam adat betawi ada tradisi “palang pintu”. Tradisi ini merupakan budaya yang sudah turun-temurun. Dalam adat betawi, tradisi “palang pintu” diawali dari datangnya calon pengantin pria ke rumah calon pengantin wanita bersama dengan besannya (anggota keluarga besar) dengan membawa seserahan.
Setelah calon pengantin pria sampai di rumah calon pengantin wanita, ada perwakilan dari pihak wanita yang ada menghalangi perjalanan sang pria untuk menemui pujaan hatinya itu. Di sini akan ada balas pantun yang akan diwakili oleh seseorang yang dipercaya oleh masing-masing calon pengantin. Setelah balas pantun semakin memanas, mulailah salah satu pihak mengajak “duel” atau mengadu silat. Para palang pintu biasanya menggunakan pakaian khas Betawi, menggunakan baju, celana, sendal, peci, dan tak lupa gesper besar yang berwarna hijau.
Pertarungan ini memiliki syarat yaitu, jika pihak laki-laki yang menang maka calon pengantin laki-laki beserta keluarga besarnya boleh masuk ke rumah calon pengantin wanita. Namun, jika pihak wanita yang menang maka calon pengantin laki-laki diminta pulang kembali ke rumahnya dan meninggalkan rumah calon pengantin wanita.
Setelah syarat disepakati oleh kedua belah pihak, pertarungan pun terjadi. Mulai dari saling pukul, tendang, bahkan menggunakan golok sebagai senjata yang membuat suasana semakin tegang. Selama pertarungan dilangsungkan, kedua palang pintu akan saling menyerang. Namun, pada akhirnya palang pintu dari pihal calon pengantin laki-laki yang akan memenangkan pertarungan tersebut. Setelah pertarungan tersebut selesai, maka calon pengantin laki-laki dan keluarga besarnya dipersilahkan untuk masuk dan pernikahan dilaksanakan.
Roti buaya adalah hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya. Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.
Masyarakat Betawi percaya bahwa buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya; karena itu roti ini dipercaya melambangkan kesetiaan dalam perkawinan. Pada saat pernikahan, roti diletakkan di sisi mempelai perempuan dan para tamu kondisi roti ini melambangkan karakter dan sifat mempelai laki-laki. Buaya secara tradisional dianggap bersifat sabar (dalam menunggu mangsa). Selain kesetiaan, buaya juga melambangkan kemapanan.Akan tetapi kini dalam simbolisme budaya modern, makna buaya berubah menjadi hal yang buruk, misalnya buaya judi, buaya minum (pemabuk) dan buaya darat (orang yang mata keranjang).
Perkawinan bagi banyak masyarakat dianggap sangat penting. Perkawinan dipandang sebagai peristiwa sosial dan agama. Perkawinan bukan saja bermakna sebagai peralihan dari masa lajang ke kehidupan berumah tangga tetapi juga dipandang sebagai pemenuhan kewajiban agama. Di samping itu, perkawinan juga dipandang sebagai suatu wadah untuk menunjukkan gengsi kemasyarakatan.
Kelompok: (4EB10)
Etika yang masih dilakukan oleh masyarakat Betawi
Masyarakat Betawi kebanyakan adalah pemeluk agama Islam yang taat. Oleh karena itu, tidak heranlah bila tata cara kehidupan mereka sehari – hari bernafaskan Islam. Seberapa besar peran Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari bisa tampak dari beberapa hal sebagai berikut:
- Menghentikan semua kegiatan ketika
waktu sholat tiba. Masyarakat Betawi pada umumnya akan menghentikan
sejenak aktivitas mereka untuk beribadah secara rutin.
- Menguburkan jenazah secepatnya.
Apabila ada kerabat yang meninggal mereka akan menguburkan secepatnya.
- Menikahkan anak gadis ketika mereka
telah mencapai usia yang cukup.
- Menjamu tamu dengan berbagai hidangan
sesuai kemampuan mereka. Masyarakat Betawi selalu berusaha memberika
hidangan setiap ada tamu berkunjung ke rumah mereka.
- Mendahului dalam memberi salam.
- Saat bersalaman mereka akan lebih
dulu mengulurkan tangan dan paling akhir saat melepaskan salaman mereka.
- Tradisi Perjodohan
Pinangan tidak dilakukan secara langsung oleh orang tua sang jejaka melainkan diserahkan pada utusan pihak keluarga pria yang biasanya juga dikenal baik oleh pihak keluarga gadis yang hendak dipinang. Selain itu, keluarga pria juga meminta seorang wanita yang dipercaya atau mak comblang untuk menyelidiki kesunguhan keluarga wanita berbesan dengan mereka. Setelah lamaran diterima pihak wanita maka resmilah perjodohan mereka. Kemudian dibuatlah kesepakatan kedua belah pihak dalam menentukan kapan waktu pernikahan yang tepat.
2. Tradisi Pernikahan
Dalam adat betawi ada tradisi “palang pintu”. Tradisi ini merupakan budaya yang sudah turun-temurun. Dalam adat betawi, tradisi “palang pintu” diawali dari datangnya calon pengantin pria ke rumah calon pengantin wanita bersama dengan besannya (anggota keluarga besar) dengan membawa seserahan.
Setelah calon pengantin pria sampai di rumah calon pengantin wanita, ada perwakilan dari pihak wanita yang ada menghalangi perjalanan sang pria untuk menemui pujaan hatinya itu. Di sini akan ada balas pantun yang akan diwakili oleh seseorang yang dipercaya oleh masing-masing calon pengantin. Setelah balas pantun semakin memanas, mulailah salah satu pihak mengajak “duel” atau mengadu silat. Para palang pintu biasanya menggunakan pakaian khas Betawi, menggunakan baju, celana, sendal, peci, dan tak lupa gesper besar yang berwarna hijau.
Pertarungan ini memiliki syarat yaitu, jika pihak laki-laki yang menang maka calon pengantin laki-laki beserta keluarga besarnya boleh masuk ke rumah calon pengantin wanita. Namun, jika pihak wanita yang menang maka calon pengantin laki-laki diminta pulang kembali ke rumahnya dan meninggalkan rumah calon pengantin wanita.
Setelah syarat disepakati oleh kedua belah pihak, pertarungan pun terjadi. Mulai dari saling pukul, tendang, bahkan menggunakan golok sebagai senjata yang membuat suasana semakin tegang. Selama pertarungan dilangsungkan, kedua palang pintu akan saling menyerang. Namun, pada akhirnya palang pintu dari pihal calon pengantin laki-laki yang akan memenangkan pertarungan tersebut. Setelah pertarungan tersebut selesai, maka calon pengantin laki-laki dan keluarga besarnya dipersilahkan untuk masuk dan pernikahan dilaksanakan.
Roti buaya adalah hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya. Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.
Masyarakat Betawi percaya bahwa buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya; karena itu roti ini dipercaya melambangkan kesetiaan dalam perkawinan. Pada saat pernikahan, roti diletakkan di sisi mempelai perempuan dan para tamu kondisi roti ini melambangkan karakter dan sifat mempelai laki-laki. Buaya secara tradisional dianggap bersifat sabar (dalam menunggu mangsa). Selain kesetiaan, buaya juga melambangkan kemapanan.Akan tetapi kini dalam simbolisme budaya modern, makna buaya berubah menjadi hal yang buruk, misalnya buaya judi, buaya minum (pemabuk) dan buaya darat (orang yang mata keranjang).
Perkawinan bagi banyak masyarakat dianggap sangat penting. Perkawinan dipandang sebagai peristiwa sosial dan agama. Perkawinan bukan saja bermakna sebagai peralihan dari masa lajang ke kehidupan berumah tangga tetapi juga dipandang sebagai pemenuhan kewajiban agama. Di samping itu, perkawinan juga dipandang sebagai suatu wadah untuk menunjukkan gengsi kemasyarakatan.
Kelompok: (4EB10)
- Hastyn Haula Ulfah
- Nurul Irmawati
- Seri
Budaya Betawi, Gado-Gado Betawi, Emot Taendiftia, Syamsyudin Mustafa,
Atmanani R, PT Grasindo, 1996.
- http://cinta-betawi.blogspot.com/2012/02/nilai-ke-betawian-sebagai-identitas.html
- http://www.kompasiana.com/ulfarahmatania/palang-pintu-ciri-khas-pernikahan-ala-betawi_552919696ea8347c498b45b4
Tugas 1 (PSAK)
11. Ada berapa jumlah PSAK dalam IFRS?
1 1. PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan
(Revisi 2009)
2. PSAK 2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009)
3. PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Revisi 2010)
4. PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (Revisi 2009)
5. PSAK 5 Segmen Operasi (Revisi 2009)
6. PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi (Revisi 2009)
7. PSAK 8 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan (Revisi 2010)
8. PSAK 10 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (Revisi 2009)
9. PSAK 12 Ventura Bersama (Revisi 2009)
10. PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2011)
11. PSAK 14 Persediaan (Revisi 2008)
12. PSAK 15 Investasi pada Asosiasi (Revisi 2009)
13. PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2011)
14. PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya (Revisi 2010)
15. PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2009)
16. PSAK 22 Kombinasi Bisnis (Revisi 2010)
17. PSAK 23 Pendapatan (Revisi 2009)
18. PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2010)
19. PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, Kesalahan (Revisi 2009)
20. PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 2011)
21. PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2010)
22. PSAK 30 Sewa (Revisi 2011)
23. PSAK 31 Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Revisi 2009)
2. PSAK 2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009)
3. PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Revisi 2010)
4. PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (Revisi 2009)
5. PSAK 5 Segmen Operasi (Revisi 2009)
6. PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi (Revisi 2009)
7. PSAK 8 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan (Revisi 2010)
8. PSAK 10 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (Revisi 2009)
9. PSAK 12 Ventura Bersama (Revisi 2009)
10. PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2011)
11. PSAK 14 Persediaan (Revisi 2008)
12. PSAK 15 Investasi pada Asosiasi (Revisi 2009)
13. PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2011)
14. PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya (Revisi 2010)
15. PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2009)
16. PSAK 22 Kombinasi Bisnis (Revisi 2010)
17. PSAK 23 Pendapatan (Revisi 2009)
18. PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2010)
19. PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, Kesalahan (Revisi 2009)
20. PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 2011)
21. PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2010)
22. PSAK 30 Sewa (Revisi 2011)
23. PSAK 31 Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Revisi 2009)
- PSAK
33 Akuntansi Pertambangan Umum (Revisi 2011)
- PSAK
34 Kontrak Kontruksi (Revisi 2010)
- PSAK
36 Akuntansi Asuransi Jiwa (Revisi 2010)
- PSAK
38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Revisi 2011)
- PSAK
45 Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba (Revisi 2010)
- PSAK
46 Pajak Penghasilan (Revisi 2010)
- PSAK
48 Penurunan Nilai Aset (Revisi 2009)
- PSAK
50 Instrumen Keuangan: Penyajian (Revisi 2010)
- PSAK
53 Pembayaran Berbasis Saham (Revisi 2010)
- PSAK
55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (Revisi 2011)
- PSAK
56 Laba per Saham (Revisi 2010)
- PSAK
57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban dan Aset Kontinjensi (Revisi 2009)
- PSAK
58 Aset Tidak Lancar
- PSAK
60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan
- PSAK
61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
- PSAK
62 Kontrak Asuransi
- PSAK
63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
- PSAK
64 Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral
- PSAK
107 Akuntansi Ijarah
- PSAK
108 Penyelesaian Utang Piutang Murabahah
- PSAK
109 Akuntansi Zakat Infaq Sedekah
- PSAK
110 Akuntansi Hawalah
- PSAK
111 Akuntansi Asuransi Syariah
- PSAK ETAP
2. Ada berapa PSAK yang dihapus?
Pengaturan PSAK 36 yang Dihapus PENGATURAN ALASAN :
· Paragraf 01 tentang pendahuluan, dengan
perkembangan asuransi jiwa penjelasan mengenai asuransi jiwa saat ini dan
pengaturan tersebut secara umum bersifat rule based.
· Paragraf 02 tentang asuransi jiwa sudah makin
karakteristik usaha asuransi jiwa berkembang dan pengaturan tersebut bersifat
rule based.
· Paragraf 03, 04 dan 05 tentang ruang Tidak
relevan, karena penyajian lingkup. laporan keuangan mengacu ke PSAK 1 (revisi
2009) dan pengaturan tersebut bersifat rule based.
· Paragraf 08‐16 tentang penyajian PSAK 1 (revisi
2009): laporan keuangan Penyajian Laporan Keuangan Tidak relevan.
· Paragraf 23 tentang alokasi beban konsisten
dengan pengaturan di ED akuisisi PSAK 36 (revisi 2010).Paragraf 24‐26 tentang
Aset Tidak relevan, karena sudah diatur di investasi asuransi jiwa PSAK lain Paragraf 27 tentang perlakuan Tidak relevan, mengacu ke PSAK lain akun‐akun
kewajiban mengacu ke PABU, kecuali untuk yang diatur di PSAK 36.
3. Pilih salah satu PSAK dari IFRS,
ringkas dan beri komentar?
PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2007)
Pernyataan ini
bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi aset tetap, agar aset tetap, dan
perubahan dalam investasi tersebut. pengguna laporan keuangan dapat memahami
informasi mengenai investasi entitas di Isu utama dalam akuntansi aset tetap
adalah pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat, pembebanan penyusutan, dan
rugi penurunan nilai atas aset tetap.
Pernyataan
ini harus diterapkan dalam akuntansi aset tetap kecuali Pernyataan lain
menetapkan atau mengizinkan perlakuan akuntansi yang berbeda.
Biaya
perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika:
a. besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
b. biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
a. besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
b. biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Suatu
aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset pada awalnya
harus diukur sebesar biaya perolehan.
Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap harus
ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan
jumlah tercatat dari aset tersebut
Pernyataan
ini menggantikan PSAK No. 16 (1994) tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain
dan PSAK No. 17 (1994) tentang Akuntansi Penyusutan.
Komentar :
Sepanjang entitas meminjam dana
secara spesifik untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, entitas harus menentukan jumlah
biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi sebesar:
–
biaya pinjaman aktual yang terjadi atas
pinjaman tersebut selama periode berjalan dikurangi
– penghasilan
investasi dari investasi temporer pinjaman tersebut.
Sumber:
Rabu, 06 Mei 2015
Laporan Hasil Audit Manajemen Sistem Kepastian Kualitas Mutu
LAPORAN HASIL AUDIT
MANAJEMEN
PT. XYZ
Disusun Oleh:
Nama :
·
Hasan Akmal
·
Hastyn Haula U.
NPM :
·
23212349
·
23212361
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
Depok, 6 Mei 2015
No :
013/KAP/IV/2015
Lampiran :
4 eksemplar
Perihal :
Laporan Hasil Audit Manajemen
Kepada
Yth, Direktur PT. XYZ
Di Bogor
Kami telah melakukan audit atas
Manajemen Kualitas ISO 9001 paada PT XXX periode 2015. Audit ini tidak
dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan pada PT XXX.
Audit ini dimaksudkan untuk menilai kinerja manajemen atas kualitas sistem yang
sudah mendapatkan predikat ISO 9001. Audit ini mencakup seluruh manajemen yang
berkaitan dengan sistem kualitas mutu ISO 9001, pengelolaan kualitas sistem
mutu yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan sistem xkualitas
mutu manajemen yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan di masa yang
akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan
dapat beroperasi lebih ekonomis, efisien, dan lebih efektif dalam mencapai
tujuannya.
Hasil
audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab
I : Informasi Latar Belakang
Bab
II : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan
Temuan Audit
Bab III : Rekomendasi
Bab
IV :
Ruang Lingkup Audit
Dalam
melakukan audit kami telah memperoleh banyak bantuan,dukungan, dan kerjasama dari
berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan
pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama
yang telah terjalin dengan baik ini.
Kantor
Akuntan Publik
Hasan
Akmal dan Hastyn Haula .U
Bab I
Informasi
Latar Belakang
PT. XYZ beralokasi Jl.Raya Jakarta-Bogor Depok Jawa Barat , Indonesia.
Tujuan didirikannya PT.XYZ adalah untuk menghasilkan solusi
terbaik permasalahan yang dihadapi oleh konsumen di seluruh dunia-solusi yang
dapat membawa senyuman. Beberapa produknya yaitu:
1.
Pertanian Sedangkan tujuan dilakukannya audit
adalah untuk:
1.
Menilai kinerja perusahaan dengan baik sesuai
dengan ISO 9001:2008
2.
Menilai Ekonomisasi,Efisiensi, dan efektivitas perusahaan dalam penerapan ISO 9001:2008
3.
Memberikan bergbagai saran perbaikan atas
kelemahan prosedur yang ditemukan.
Susunan direksi perusahaan adalah
sebagai berikut:
Dewan
Komisaris : XXX
Direktur
Utama : XXX
Wail
Direktur Utama : XXX
Direktur
Operasional : XXX
Direktur
Keuangan : XXX
Sedangkan tujuan dilakukan audit
adalah untuk:
1.
Menilai
kemampuan perusahaan dalam mengelola sistem manajemen kepastian kualitas berdasarkan
ISO 9001:2008.
2. Memberikan
berbagai saran perbaikan atas kelemahan pengelolaan sistem manajemen kepastian kualitas berdasarkan ISO 9001:2008.
Bab II
Kesimpulan
Audit
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit
yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Kondisi:
1. Perusahaan tidak dapat
memenuhi kepuasan pelanggan berdasarkan persyaratan yang di berikan oleh
pelanggan karena PT. XYZ telah memiliki persyaratan produk tersendiri
berdasarkan standar internasional.
2. Pada langkah kerja perusahan
melakukan validasi parsial PT. XYZ tidak melakukan tindakan tersebut karena
telah melakukan proses validasi sebelum penyerahan dan implementasi produk,
Pada langkah kerja alat ukur dijaga.
3. Pemantauan dan
pengukuran proses PT. XYZ tidak dapat langsung menindak lanjut tindakan koreksi
ketidaksesuaian jika formulir ketidaksesuaian belum mencantumkan masalah
tersebut.
4. Pada pemantauan dan
pengukuran produk staff PT.XYZ tidak memiliki catatan
Kriteria:
1. Perusahaan memenuhi
persyaratan yang diberikan pelanggan agar dapat meningkatkan kepuasan konsumen
yang akan berdampak positif.
2. Validasi desain dan
pengembangan harus dilakukan sesuai dengan pengaturan yang telah direncakan
untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki kemampuan memenuhi persyaratan.
Bila mungkin, validasi harus diselesaikan sebelum penyerahan atau penerapan
produk tersebut.
3. Penyegeraan dalam
melakukan tindakan koreksi terhadap hasil yang tidak sesuai karena jika
menunggu formulir ketidak sesuaian akan memberikan renggang waktu yang akan
memberikan dampak kurang efektivitas dalam
proses produk.
4. catatan personel yang
memiliki wewenang dalam pelepasan produk seharusnya direkam secara berkala agar
dapat menulusuri masalah dengan mudah jika terjadi ketidaksesuaian pada tahap
pelepasan produk.
Pejabat yang
bertanggung jawab:
Direktur Utama dan Manajer Produksi
Bab
III
Rekomendasi
Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang
harus dilakukan menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan datang. Kelemahan
perusahaan tersebut adalah :
1. Kelemahan pada pemantauan dan
pengukuran produk perusahaan tidak memiliki catatan wewenang pelepasan
produk.
Atas
keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi
atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan
tersebut.
Rekomendasi :
1. Perusahaan diharapkan memenuhi
persyaratan yang diberikan pelanggan karena semakin tinggi kemampuan untuk
memenuhi harapan atau kegiatan pelanggan, semakin tinggi pula potensi
perusahaan untuk mendapatkan laba yang lebih besar, pasar yang lebih luas,
pertumbuhan dan perkembangan usaha yang signifikan.
2. Validasi desain dan pengembangan
harus dilakukan sesuai dengan pengaturan yang telah direncanakan untuk
memastikan produk yang dihasilkan memiliki kemampuan memenuhi persyaratan. Bila
mungkin, validasi harus diselesaikan sebelum penyerahan atau penerapan produk
tersebut.
3. Perusahaan disarankan agar
segera melakukan tindakan koreksi terhadap hasil yang tidak sesuai
karena jika menunggu formulir ketidaksesuaian akan memberikan renggang waktu yang akan
memberikan dampak kurang efektivitas dalam proses produksi.
4. Pada
catatan personel yang memiliki wewenang dalam pelepasan produk seharusnya
direkam secara berkala agar dapat menelusuri masalah dengan mudah jika terjadi
ketidaksesuaian pada tahap pelepasan produk.
Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini
sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera
diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada
pengelolaan piutang perusahaan dimasa yang akan datang.
Bab IV
Ruang Lingkup
Audit
Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami
lakukan hanya meliputi masalah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada
PT.XXX untuk periode 2015. Audit kami mencakup penilaian atas kecakupan sistem
pengendalian manajemen kualitas, manajemen produksi dan aktivitas penerapan
sistem manajemen mutu ISO 9001 itu sendiri.
Selasa, 28 April 2015
Affirmative & Negative Agreement
HASTYN HAULA ULFAH
3EB10 (23212361)
Affirmative Agreement
· So
: So + Auxiliary Verb + Subject + Verb
· Too
: Subject + Auxiliary Verb + Too
Example :
· A
: I always have a cup of milk in the morning
B : So do I / I do to
· A
: I am feeling happy
B : So am I / I am too
Negative Agreement
· Neither
: Neither + Auxiliary Verb Positif + Subject
· Either
: Subject + Negative Verb + Either
Example :
· A
: I don’t have a money
B : Neither do I / I don’t either
· A
: I didn’t enjoy the movie last night
B : Neither did I / I didn't either
Group 3 :
5. Questions : Jane would like a cup of coffe, and (I) _ _ _/
_ _ _
Answers :
Jane would like a cup of coffe, and I would too / so would I
6. Questions : Maria is wearing jeans today and (Sherly)
_ _ _/_ _ _
Answers : Maria is wearing jeans today, and Sherly
is too / so is Sherly.
The member of group :
1. Esty
Putri Ratnasari
2. Hastyn
Haula Ulfah
3. Risda
Aditya
4. Selviana
S
Rabu, 25 Maret 2015
Toefl
Tense (noun): a verb-based method used to
indicate the time, and sometimes the continuation or completeness of an action
or state in relation to the time speaking. In English there are three basic
tenses: present, past and future. Tense consist of complete sentence. Complete
sentence consist of subject (S), predicate (P), object (O) and complement (C).
example:
1.
She
is watching TV now
S P O C
2.
She is smart
S P C
S P C
# Find the wrong word of the sentence bellow!
1. Arizona
have a
very dry climate.
S P C
Is there anything
wrong with the sentence above?
The answer is YES.
Let’s take a look, ‘Arizona’ is singular, so you must use ‘HAS’ not ‘HAVE’.
2.
The
first steamship to across the Atlantic were
the Savana in
1819.
S P O C
Is there anything
wrong with the sentence above?
The answer is YES.
Let’s take a look, the subject of the sentence is ‘Steamship’ and ‘Steamship’
is singular, so you must use ‘WAS’ not ‘WERE’. And because the sentence is past
tense.
3. My
friend, Haris, is attending the meeting.
S P C
Is there anything
wrong with the sentence above?
The answer is NO.
The sentence above is a correct sentence.
4. Advertising provide most of the income for magazine, newspaper,
radio, and television in Indonesia today.
S P
C
Is there anything
wrong with the sentence above?
The answer is YES.
Let’s take a look. If there’s (Subject + ing) just remember that is will always
a singular. In the sentence above,
‘advertising’ is a singular, so the ‘Provide’ should be ‘PROVIDES’.
Subject
Subject is the person or a
thing who or which carries out the action of the verb.
Example :
1.
Oxygen is
essential for life on earth.
2.
John F.
Kennedy was elected as US President in 1960.
3.
Honesty is the best policy.
4.
Horses are
majestic animals.
5.
When
students travel to US, they usually go by air.
Predicat
The predicate in a sentence is
what tells about what a person or a thing does or did or what happened to a
person or to a thing?
The predicate must (1) agree in
number with subject, (2) have the correct tense and (3) be in the proper voice
{active or passive}.
Example :
• Monkeys are destroying the
garden.
In the above sentence, the word “monkeys” is subject. Whereas the phrase “are destroying” is the predicate. And the word “the garden” is the object.
In the above sentence, the word “monkeys” is subject. Whereas the phrase “are destroying” is the predicate. And the word “the garden” is the object.
• Mr. Clinton is teaching
Algebra to the students
In the above sentence, the word “Mr. Clinton” is the subject. The phrase “is teaching” is the predicate. The words “Algebra & The students” are objects.
In the above sentence, the word “Mr. Clinton” is the subject. The phrase “is teaching” is the predicate. The words “Algebra & The students” are objects.
Object :
The object is the person or a thing upon whom or
upon which the action of the verb iscarried out.
• Monkeys are destroying
the garden.
In this sentence the action is “destroying”. That action is carried by the monkeys. But the action (destroying) is carried upon the garden. So “Monkeys” is the SUBJECT and “GARDEN” is the object of the verb.
In this sentence the action is “destroying”. That action is carried by the monkeys. But the action (destroying) is carried upon the garden. So “Monkeys” is the SUBJECT and “GARDEN” is the object of the verb.
Sumber:
http://www.english-for-students.com/Subject-Object-Predicate.html
Nama : Hastyn Haula Ulfah
Kelas : 3EB10
Nama : Hastyn Haula Ulfah
Kelas : 3EB10
Langganan:
Postingan (Atom)
