Selasa, 17 Februari 2015

Pakaian Adat Suku Sasak Nusa Tenggara Barat

           Nusa Tenggara Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia. Secara geografis, Nusa Tenggara Barat terletak di kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Sumbawa dan Lombok. di Pulau Lombok, mayoritas penduduknya adalah Suku Sasak, sedangkan Pulau Sumbawa didiami oleh Suku Bima.
Secara umum pakaian adat Suku Sasak dibedakan menjadi dua, pakaian adat perempuan dan laki-laki. Pakaian adat Sasak bagi perempuan disebut Lambung. Yaitu baju hitam tanpa lengan dengan kerah berbentuk hurup “V” dan sedikit hiasan di bagian gigir baju. Pakaian ini menggunakan bahan kain pelung. Ditambah selendang yang menjuntai di bahu kanan bercorak ragi genep yang merupakan jenis kain songket khas sasak, sepadu dengan sabuk anteng (ikat pinggang) yang dililitkan dan bagian ujungnya yang berumbai dijuntaikan di pinggang sebelah kiri. Bawahannya memakai kain panjang sampai lutut atau mata kaki dengan bordiran di tepi kain dengan motif kotak-kotak atau segitiga.

            Sebagai tambahan aksesoris, ditambahkan sepasang gelang dan gelang kaki berbahan perak. Sowang (anting-anting) berbentuk bulat terbuat dari daun lontar. Rambut diikat rapi dan sebagai aksen diselipkan bunga cempaka dan mawar, atau bisa juga disanggul dengan model punjung pliset.
Pakaian adat lambung digunakan gadis-gadis Sasak khusus untuk menyambut tamu dan pembawa woh-wohan dalam upacara mendakin atau nyongkol.
Tidak seperti sekarang, awalnya pakaian adat Lambung tidak disertai dengan baju dalam dan alas kaki. Tetapi beberapa orang masih mempertahankan bentuk lama pakaian ini. 
Untuk pakaian adat pria Suku Sasak, dari mulai kepala mengenakan ikat kepala yang disebut capuq atau sapuk, sekilas melihat bentuk sapuk sasak tidak jauh berbeda dengan ikat kepala dari Bali. Sapuk untuk penggunaan sehari-hari selembar kain tenun berbentuk segitiga sama kaki, sedangkan untuk keperluan upacara adat atau ritual khusus biasanya menggunakan sapuk jadi atau perade yang berbahan Songket Benang Mas. Jenis ikatan sapuk yang dipakai adalah Lam Jalallah yang bermakna harapan agar pemakainya selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa.
              Kemudian pria Sasak mengunakan pegon sebagai baju. Pegon merupakan variasi dari jas Eropa. Tidak seperti pakaian Sasak lain yang berbahan songket, pegon menggunakan kain biasa berwarna gelap, kemungkinan pegon adalah hasil akulturasi dengan tradisi Jawa. Pegon digunakan khusus untuk upacara-upacara adat dan para bangsawan Suku Sasak. Untuk masyarakat biasa, pria Suku Sasak mengenakan semacam kemeja lengan panjang berbahan kain pelung yang berwarna terang.
Untuk ikat pinggang (leang atau dodot), menggunakan kain songket bermotif Benang Mas sebagai pasangan Pegon pemakaiannya tidak seperti ikat pinggang melainkan lebih berfungsi sebagai aksen, sekilas mirip busana tradisional melayu. Untuk masyarakat biasa, kain songket yang digunakan bermotif ragi genep, penggunaannya dililitkan biasa seperti ikat pinggang pada umumnya.
        Leang atau dodot berfungsi untuk menyelipkan keris. Untuk keris yang berukuran besar, biasanya diselipkan di belakang. Sedangkan untuk keris yang berukuran kecil diselipkan di depan. Penggunaan keris tidak mutlak, keris bisa diganti dengan pemaja atau pisau raut.
Sebagai bawahan, pria Sasak menggunakan wiron atau cute. Wiron berbahan batik Jawa dengan motif tulang nangka atau kain pelung hitam. Penggunaannya seperti kain di Jawa atau samping di Sunda yang menjuntai hingga mata kaki. Untuk penggunaan wiron, tidak diperkenankan menggunakan kain polos berwarna merah atau putih.
Sebagai pembeda antara masyarakat biasa dengan pemangku adat, pemangku adat menggunakan Selendang Umbak. berbentuk sabuk yang dibuat dengan ritual khusus dalam keluarga sasak. Warna kain umbak putih merah dan hitam dengan panjang sampai dengan empat meter. Di ujung benang digantungkan uang cina (kepeng bolong).

 http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1106/pakaian-adat-suku-sasak-nusa-tenggara-barat
 

Pengertian Kanker Serviks dan Faktor Penyebabnya


KANKER SERVIKS atau yang biasa disebut dengan Kanker serviks Leher Rahim adalah salah satu kanker ganas yang menyerang kaum wanita setelah kanker payudara. Bagian yang diserang oleh kanker ini adalah bagian dari leher rahim seorang wanita. Kanker serviks juga menjadi salah satu penyebab kematian terbesar perempuan di Indonesia, bahkan badan PBB yang khusus menangani kesehatan yaitu WHO juga mengatakan bahwa penyakit kanker serviks ini menduduki peringkat pertama yang menjadi penyebab kematian kaum wanita didunia.
Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang sulit dideteksi sejak dini, karena kanker serviks stadium awal memang tidak memiliki gejala yang khas, bahkan nyaris tanpa gejala sama sekali. Dan biasanya gejala tersebut terdeteksi apabila penderita sudah mengalami kanker serviks pada stadium lanjut. Sebenarnya kanker serviks bisa dideteksi sejak dini jika seorang wanita rutin melakukan Pap Smear, tetapi sayangnya banyak wanita yang tidak mau melakukan Pap Smear karena berbagai alasan yang ada. Untuk penderita kanker serviks stadium lanjut biasanya penderita akan mengalami gejala sebagai  berikut, gejala kanker serviks stadium lanjut :
kanker serviks >> Perdarahan post coitus/perdarahan atau sakit saat berhubungan  
>> Keputihan yang abnormal
>> Terjadi pendarahan sesudah menopause
>> Keluar cairan yang abnormal ( warna kekuningan, bau dan bercampur darah )
>> Nyeri pinggul dan sakit saat buang air kecil
Faktor penyebab yang utama dari kanker serviks adalah disebabkan oleh HPV ( human papiloma virus ) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Dan kebanyakan penelitian juga menemukan bahwa infeksi HPV memang mempunyai peranan besar untuk semua kasus kanker serviks ( leher rahim ). Meskipun perjalanan infeksi HPV menjadi kanker serviks memerlukan waktu yang panjang, sekitar 10-20 tahun, akibatnya penderita yang sudah terinfeksipun tidak menyadirinya. Selain itu faktor lainnya juga menjadi penyebab terjangkitnya kanker serviks ini. Berikut beberapa faktor penyebab yang bisa memicu terjadinya kanker serviks, antara lain ;
1. Faktor usia diatas 40 tahun, semakin tua wanita semakin tinggi resiko terkena kanker serviks
2. Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa di obati
3. Penyakit menular seksual ( sifilis, gonore, herpes simpleks, HIV, kutil kelamin dan virus HPV
4. Pemakain pembalut yang mengandung bahan dioksin ( diaoksin adalah bahan pemutih buat pembalut daur ulang )
5. Membersihkan organ vital dengan air yang tidak bersih
6. Bergonta-ganti pasangan seks
7. Wanita yang memiliki banyak anak
Untuk mencegah terjadinya kanker serviks salah satunya adalah Pap Smear, Pap Smear sendiri merupakan pemeriksaan sederhana yang bisa mendeteksi kelainan pada serviks. Lakukan Pap Smear secara rutin minimal 6 bln sekali agar kelainan pada serviks bisa diketahui sejak dini. Serta bisa dilakukan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Sedangkan standart pengobatan kanker serviks biasanya meliputi, operasi pengangkatan, radioterapi dan kemoterapi. Saat ini juga sudah tersedia obat herbal untuk mencegah kanker serviks. Sebelum menggunakan obat herbal disarankan untuk berkonsultasi dulu kepada ahlinya, untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan. Dengan menghindari faktor penyebabnya semoga kita semua terhindar dari penyakit yang mematikan ini, yaitu Kanker Serviks. Oleh sebab itu selalu lakukan pola hidup sehat agar tetap sehat dan semangat dalam mengahadapi hidup. 


 http://dloepiq.blogspot.com/2013/04/pengertian-kanker-serviks-dan-faktor.html

Minggu, 18 Januari 2015

Korban Tewas Pohon Maut Kebun Raya Bogor Jadi 7 Orang


Liputan6.com, Jakarta - Korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Kebun Raya Bogor (KRB) (KRB), Jawa Barat, bertambah satu orang. Dengan begitu, total korban tewas pohon maut berjumlah 7 orang.

Korban ketujuh itu bernama Nur Ali (52), warga Cibinong, Kabupaten Bogor. Dia menghembuskan nafas terakhir di RS PMI Bogor pada Sabtu 17 Januari 2015 dini hari setelah 7 hari dirawat.

"Benar, pasien meninggal pada Sabtu dinihari setelah dirawat selama 7 hari di RS PMI," ujar Kepala Humas RS PMI Yudha saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2015).

Yudha mengatakan, selama perawatan korban dirawat di ruang Flamboyan RS PMI. Pada saat peristiwa pohon tumbang, Nur Ali mengalami luka di bagian perut akibat tertimpa pohon besar tersebut.

"Jenazah sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan," pungkas Yudha.

korban pohon tumbang lainnya, Ahmad Saefulah (43) sebelumnya meninggal dunia di RS Sentra Medika, Cibinong, Selasa 13 Januari 2015 lalu. Sudah 7 orang yang meninggal akibat tumbangnya pohon jenis Damar atau Agathis dammara pada Minggu 11 Januari 2015 lalu tersebut.

Pohon Damar itu tumbang menimpa puluhan pengunjung KRB. Dalam kejadian tersebut, 7 orang tewas dan 29 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban tewas dan luka merupakan karyawan PT Asalta Mandiri Agung yang sedang melaksanakan gathering.

Korban tewas dalam peristiwa itu, Saefulloh (43), Sarijo (40), Supriyono (32), Suryana (43), Rizki (25), Ahmad Saefullah (43), dan Nur Ali (52).

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Auliya Djabar mengatakan, pihaknya sudah memeriksa dua saksi dari pihak korban. Yaitu Kepala Subbidang Pemeliharaan Koleksi Tumbuhan KRB, Izu Andry dan Fijridiyanto.

"Ahli pohon dari IPB juga sudah kita datangkan. Hasil penelitian sementara di lokasi kejadian, menurut ahli pohon IPB, pohon damar itu secara visual memang sudah keropos dan tidak sehat," pungkas Auliya. (Ali/Ein)

 http://news.liputan6.com/read/2163047/korban-tewas-pohon-maut-kebun-raya-bogor-jadi-7-orang

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Manfaatkan Arah Ekonomi Jokowi

   Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2015. Dalam acara ini dihadiri pimpinan pelaku jasa keuangan seperti industri perbankan, pasar modal, industri keuangan non bank (IKNB) serta sejumlah asosiasi di industri jasa keuangan.

   Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, industri jasa keuangan akan mengahadapi tantangan yang berat pada tahun ini. Dia bilang, untuk itu OJK akan memberikan arahan pada industri jasa keuangan.

  "Ada tiga hal yaitu mengoptimalkan sektor perekonomian, meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan mewujudkan stabilitas perekonomian dan mendukung pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan," kata dia, Jakarta, Jumat (16/1/2014).

   Lebih lanjut, program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggenjot infrastruktur harusnya menjadi momen yang baik bagi industri jasa keuangan. Untuk itu, pihaknya berinisiatif untuk mendorong pendanaan yang lebih besar untuk jangka panjang.

   Terutama, kata dia pembiayaan dari pasar modal. "Kami menginginkan agar jumlah perusahaan termasuk BUMN memanfaatkan pendanaan melalui pasar modal di Indonesia, baik penjualan atau penerbitan ekuitas maupun surat utang," paparnya.

OJK juga telah menyiapkan inisiatif untuk pendalaman pasar modal terutama di sisi penawaran.

  "Dalam meningkatkan pendalaman pasar modal terutama di sisi penawaran yaitu penyederhanaan proses penawaran umum, perluasan produk investasi untuk pembiayaan sektor tertentu dan peningkatan kulitas profesi, lembaga penunjang, perusahaan efek dan manajer investasi," tandas dia. (Amd/Gdn)

http://bisnis.liputan6.com/read/2162031/ojk-minta-industri-jasa-keuangan-manfaatkan-arah-ekonomi-jokowi

Malam Eksekusi Hingga Kremasi Para Terpidana Mati

  Lewat tengah malam, mobil patroli DVI Dokkes Polda Jawa Tengah dan ambulans dari Polresta Surakarta masuk ke Markas Brimob Gunung Kendil Boyolali, Jawa Tengah melalui pintu belakang. Kedatangan mereka untuk membawa jenazah terpidana mati kasus narkoba asal Vietnam Tran Thi Bich Hanh alias Asien.
Sebelum mobil-mobil itu bergerak masuk, sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu 18 Januari 2015, terdengar suara tembakan yang cukup keras dari dalam Markas Brimob Boyolali sebanyak 1 kali. Hari pun beranjak siang. Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (19/1/2015), jenazah Asien kemudian dikremasi di Krematorium Kedungmundu, Semarang, Jawa Tengah.
Sebelum dikremasi, jenazahnya didoakan seorang pendeta dan sejumlah orang lain yang turut hadir. Seperti permintaan terakhirnya, abu jenazah warga Vietnam itu kemudian diletakkan di samping makam pendetanya yang bernama Yuke.
Sementara di tempat lain, 4 jenazah terpidana mati dibawa keluar dari LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka dieksekusi hari itu pukul 00.15 WIB.

  Sementara itu, di LP Nusakambangan, 4 dari 5 jenazah terpidana mati dibawa keluar setelah menjalani eksekusi pada pukul 00.15. Ang Kim Swi (WN Belanda), dan Marco Arche Cardoso Moreira (WN Brasil) dibawa untuk dikremasi di Kaliori, Banyumas, Jawa Tengah. Sedangkan jenazah Rani Andriani dibawa pulang ke Cianjur, Jawa Barat. Kemudian jenazah Daniel Enemuo (WN Nigeria) dibawa ke Jakarta.
Namun 1 jenazah, yaitu Namaona Denis asal asal Malawi dimakamkan di kompleks Lapas Besi Nusakambangan.

Penjagaan ketat dilakukan petugas kepolisian menjelang kedatangan jenazah Ang Kim dan Marco Archer yang akan di kremasi di Desa Kaliori, Banyumas. Menjelang pagi, kedua jenazah tiba di krematorium menggunakan 2 mobil ambulans.

Terkait eksekusi 6 terpidana mati narkoba ini, Kejaksaan Agung menegaskan komitmen Indonesia terhadap pemberatasan narkoba tidak akan berubah.

"Daripada sikap tegas Pemerintah Indonesia, bahwa kita tidak pernah ada kompromi dengan para pelaku, jaringan, sindikat, pengedar, dan bandar kejahatan narkotika ini," kata Jaksa Agung M Prasetyo.

Proses eksekusi terhadap terpidana mati lainnya akan segera dilaksanakan setelah persoalan hukum masing-masing yang bersangkutan telah selesai. (Nfs/Ndy)

JK Kaget Calon Kapolri Budi Gunawan Jadi Tersangka KPK

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka. Kabar ini pun membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK terperanjat dan kaget.

"‎Saya belum tahu, saya baru dengar," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (13/1/2014). JK enggan mengomentari kabar ini. Dia juga mengaku belum berkoordinasi dengan Presiden Jokowi. "Saya belum ada komentar," ucap dia.

Terkait calon pengganti Budi, JK mengaku menyerahkan hal tersebut kepada Jokowi. "Itu hak prerogatif Presiden. Kan baru saja ini, akan saya cek dulu," tandas JK.
Budi Gunawan diduga terlibat kasus korupsi saat menjabat sebagai kepala biro Kepala Pembinaan Karier di Polri. Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPK Abraham Samad.

"Komjen BG (Budi Gunawan) sudah menjadi tersangka kasus Tipikor saat menduduki kepala biro kepala pembinaan karir," ujar Ketua KPK, Abraham Samad. Dia juga menjelaskan, penyelidikan perkara ini sudah dilakukan lembaganya sejak tahun lalu.

"Kami melakukan penyidikan setengah tahun lebih terhadap kasus transaksi mencurigakan," ujar Samad. Samad mengatakan, Budi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya nama Budi Gunawan diajukan Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR, menggantikan Jenderal Sutarman yang masa jabatannya akan habis pada Oktober 2015 mendatang.

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri dipandang mampu dan cakap serta memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. (Ndy/Sun)

Tak Ada Kompromi Eksekusi Mati


Sitaan Kasus Narkoba September-Oktober 2014 Dipamerkan Salah satu petugas merapikan barang bukti narkotika jenis sabu saat jumpa pers di Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, Kamis (13/11/2014). Sebanyak 19,3 kg shabu dan 1,03 heroin disita Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah) 
 

Liputan6.com, Jakarta - "Dorrr.." Suara tembakan bersamaan terdengar dari dalam Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) Subden 3 Detasemen C Gunung Kendil, Boyolali, Jawa Tengah. Tembakan itu diduga tanda eksekusi mati telah dilaksanakan regu penembak terhadap terpidana mati kasus narkoba, Tran Thi Bich Hanh.

Warga sekitar mengaku kaget mendengar suara tembakan yang meletus pada Minggu 17 Januari 2015 pukul 00.46 WIB itu. "Suara tembakannya terdengar serempak. Suaranya sangat keras sekali," ujar salah satu warga, Irfandi.

Boyolali menjadi salah satu lokasi eksekusi terhadap terpidana mati wanita asal Vietnam. Pada waktu yang sama, ada 5 terpidana mati kasus narkoba lainnya yang dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Mereka adalah Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brasil), Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI), Namaona Denis (WN Malawi), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria), dan Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (warga Belanda).

Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan eksekusi enam terpidana mati itu telah dilakukan. Ia menyatakan eksekusi di kedua tempat berbeda hanya berjalan sedikit lebih lambat seperti direncanakan.

"Di Nusakambangan untuk 5 terpidana mati dieksekusi pukul 00.30 WIB dan 00.40 WIB dipastikan telah meninggal dunia. Sedangkan di Boyolali eksekusi pukul 00.46 WIB," ujar Jaksa Agung Prasetyo kepada Liputan6.com saat dihubungi, Minggu dini hari

Eksekusi mati terhadap 6 terpidana ini 'menyulut emosi' Brasil dan Belanda. Dua negara itu menilai hukuman mati merupakan bentuk kekejaman dan bisa 'merusak' hubungan antarnegara. Keduanya mengambil sikap menarik dubes di Jakarta sebagai protes terhadap eksekusi mati yang dikenakan terhadap 2 warga negaranya.

Indonesia tak ambil pusing dengan penarikan duta besar itu. Kemlu RI menghormati sikap kedua negara tersebut. Hal ini dinilainya sebagai hak dari negara bersangkutan. Namun begitu, pemerintah Indonesia berjanji akan tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara sahabat ini.

"Indonesia akan terus berupaya meningkatkan hubungan bilateral dengan negara negara sahabat," ujar bicara Kemenlu Arrmatha Nasir kepada Liputan6.com di Jakarta.

Tetap Laksanakan

Kendati menyisakan protes, hukuman mati akan tetap dilaksanakan di Indonesia. Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan, eksekusi mati tersebut merupakan tindakan hukum positif di Indonesia

"Eksekusi pidana mati bukan menggembirakan, ini memprihatinkan, tapi tetap harus dilaksanakan. Hukum harus dilaksanakan. Putusan Jaksa laksanakan putusan yang memiliki hukum tetap," ujar Prasetyo.

Sikap ini merupakan wujud ketegasan pemerintah Indonesia bahwa tak ada kompromi dengan pelaku jaringan, sindikat, dan bandar narkotika. ‎Namun begitu, ketegasan ini tetap berjalan pada proses yang telah ditentukan. Eksekusi mati menjadi proses akhir dari penanganan perkara.

"Semua hak diberikan (kepada terpidana sebagai) wujud dari perlakuan kita pada mereka, bahwa sisi kemanusiaan tetap diperhatikan dan dijunjung tinggi, termasuk permintaan terakhir terpidana mati sudah dipenuhi seluruhnya," ujar Prasetyo.

Ketegasan serupa juga disampaikan Presiden Joko Widodo. Dalam akun Facebook miliknya, presiden yang biasa disapa Jokowi ini menyatakan negara berperang melawan mafia narkoba.

"Perang terhadap Mafia Narkoba tidak boleh setengah-setengah, karena Narkoba benar-benar sudah merusak kehidupan baik kehidupan penggunanya maupun kehidupan keluarga pengguna narkoba," tulis Jokowi dalam laman Facebook-nya, Minggu 18 Januari 2015.

Jokowi mengungkapkan dampak dari narkoba tersebut. Menurut dia, tak ada kebahagiaan hidup yang didapat dari menyalahgunakan Narkoba.

"Negara harus hadir dan langsung bertempur melawan sindikat Narkoba," tegas Jokowi.

Tunggu Giliran

Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan eksekusi mati terhadap 6 terpidana kasus narkoba merupakan proses perjalanan terakhir atas perbuatan yang sudah dilakukan masing-masing terpidana. Pemerintah tak ada kompromi terhadap narkoba.

"Wujud dari sikap tegas pemerintah Indonesia bahwa kita tak ada kompromi dengan pelaku jaringan, sindikat, dan bandar narkotika ini," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Minggu (18/1/2015).

Dia pun mengimbau semua kalangan agar turut aktif mencegah peredaran narkoba. Menurut Prasetyo, pengedaran narkotika termasuk kategori kejahatan luar biasa. Sehingga harus ditangani dengan luar biasa juga.

"Memang ada yang belum yakin betapa ini harus kita lakukan, seiring dengan berjalannya waktu, apa yang dilakukan ini tidak keliru. Banyak dukungan warga masyarakat atas penanganan perkara narkotika ini, walau masih ada yang belum paham ini demi kepentingan kita bersama," tutur dia.

Kejaksaan, tegas dia, tidak akan surut untuk menuntut hukuman maksimal pada pelaku kejahatan narkotika, khususnya para pengedar, pengimpor dan bandar. "Dituntut seberat-beratnya," ucap Prasetyo.

Karena itu, kejaksaan memastikan akan kembali mengeksekusi mati terpidana lainnya yang masuk dalam daftar tunggu. Namun hal itu dilaksanakan setelah masalah hukumnya selesai. "Semua segera dilaksanakan," tegas HM Prasetyo.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut ada sekitar 66 terpidana mati kasus narkotika yang sedang menunggu jadwal untuk dieksekusi. Dari jumlah itu, 39 orang merupakan warga negara asing (WNA) dan sisanya warga negara Indonesia.

Terpidana WNA didominasi dari Afrika dan Asia, dengan jumlah terbanyak pemegang paspor Nigeria dan Malaysia, masing-masing enam orang.

Hasil riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia menunjukkan angka prevalensi pengguna narkoba usia 10-59 tahun mencapai 2,32 persen pada 2012. Angka itu dari tahun ke tahun terus meningkat bahkan pada 2015 diperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,8 juta jiwa.

Eksekusi mati ini diharapkan akan membuat jera para pelaku narkoba. Dengan begitu, laju grafik penggunaan barang haram di Indonesia akan merosot dan diharapkan akan terhenti. Anak bangsa pun dapat merajut masa depannya dengan tenang.

"Indonesia Sehat, Indonesia tanpa Narkoba....."

 http://news.liputan6.com/read/2162763/tak-ada-kompromi-eksekusi-mati